BUKU CURHAT

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
BUKU CURHAT

New Release : Graphic Diary Berbagi Hidup

E-mail Print PDF

preview komik tita       preview

 

preview       preview

 

 preview

 

 

Graphic diary "Berbagi Hidup"

cover berbagi hidup

 

Adalah hal yang menyenangkan bila anak-anak dapat bebas bermain, tertawa, bercanda, bercerita.  Dan adalah hal yang sangat mengharukan dan mengagumkan, bila anak-anak ceria tersebut sebenarnya membawa beban berat dalam diri mereka, seperti yang dialami mereka yang tergabung dalam Komunitas Anak Berbagi Hidup (KABH). Anak-anak ini terlahir dengan mengidap HIV, namun semangat hidup mereka sangat besar. Mereka dapat tampil dengan tegar dan tabah di hadapan publik, bukan untuk meminta belas kasihan, tapi agar mendapat perlakuan wajar dari masyarakat.

Mereka ingin mengungkapkan perasaan bahwa mereka adalah juga anak-anak biasa yang perlu perhatian dan kasih sayang, tanpa diskriminasi. Melalui Berbagi Hidup ini, kisah-kisah, kesenangan dan cita-cita mereka tertuturkan dalam gambar, di mana hal-hal yang tampaknya sederhana dalam hidup mereka menjadi sangat bernilai dan patut disyukuri.

KABH dan Penerbit Curhat Anak Bangsa mempersembahkan buku ini bagi siapa pun yang hendak bersama-sama menikmati setiap saat dalam kehidupan, dan membaginya pada sesama.

"Berbagi Hidup" merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Anak Berbagi Hidup dan Penerbit Curhat Anak Bangsa, berisi kisah-kisah nyata anak-anak ODHA yang dibuat dalam bentuk cergam berwarna.

 

 

FAQ graphic diary “Berbagi Hidup”

 

Bagaimana asal-mula pembuatan graphic diary “Berbagi Hidup” ini?

Sekitar tahun 2008, Penerbit CAB menyaksikan sekelompok anak-anak pengidap HIV/AIDS (berusia antara sekitar 3 bulan hingga 13 tahun) tampil membawakan lagu dan puisi, mengungkapkan perasaan dan permintaan mereka untuk diperlakukan sewajarnya, tanpa pengucilan yang mendiskriminasi, namun juga tanpa belas kasih yang berlebihan. Peristiwa penampilan anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Anak Berbagi Hidup (KABH) ini terus membekas di benak, sehingga CAB merasa tergerak untuk berbuat sesuatu. Dengan merujuk dari aktivitas sebuah yayasan di Belanda, Teken Mijn Verhaal (“Gambarlah Kisahku”), di mana kolaborasi antara para penggambar (sebagian besar adalah cergamis terkenal di Belanda) dan anak-anak penyandang cacat tubuh telah menghasilkan beberapa edisi cergam yang hasilnya didonasikan untuk yayasan, CAB mencoba berbuat hal serupa.

Baru sekitar satu tahun setelah pertunjukan anak-anak tersebut, dan setelah melalui beberapa kali berkorespondensi melalui email, CAB akhirnya bertemu langsung dengan pengurus KABH dan mematangkan rencana pembuatan komik “Berbagi Hidup”.

 

Bagaimana proses penggarapan graphic diary “Berbagi Hidup”?

CAB mengumpulkan beberapa rekan cergamis dan menawarkan pada mereka untuk menggambarkan kisah anak-anak ODHA. Ternyata mereka menyambut baik ajakan ini dan semua menyanggupi untuk menyelesaikan 4 (empat) halaman cerita berwarna berdasarkan kisah yang dituturkan oleh masing-masing anak ODHA, atau yang diceritakan oleh orang tua mereka.

Pihak KABH memberitahukan anak-anak ODHA/orang tua mereka mengenai kolaborasi ini, yang menyambut baik rencana ini dan bersedia bekerja sama. Masing-masing anak (atau diwakili orang tua/pengasuhnya) menyampaikan kisah masing-masing, yang kemudian disusun dalam bentuk synopsis oleh KABH dan disampaikan pada CAB.

Sinopsis tersebut berisi: data pribadi anak (warna rambut, jenis rambut, warna kulit, warna mata, umur, hobi, makanan favorit, cita-cita, dsb.), termasuk domisili dan nama yang sifatnya confidential (tidak untuk disebarkan pada publik), dan cerita peristiwa atau kejadian yang berkesan yang pernah mereka alami. Pada batas waktu yang telah ditentukan, terkumpul sekitar 29 cerita dari anak-anak ODHA yang tersebar di Pulau Jawa hingga Sumatera.   

CAB kemudian menyebarkan synopsis tersebut pada rekan-rekan cergamis yang telah menyatakan niatnya untuk berkontribusi, agar masing-masing dapat memilih anak/kisah mana yang akan mereka gambar. Pada akhirnya, terkumpul lima cerita dari lima cergamis yang menggambarkan kisah lima anak ODHA.

Cerita yang terkumpul dibuat dalam bentuk dummy /draft buku sebelum dicetak secara massal/ diterbitkan untuk memperoleh respon langsung dari anak-anak ODHA/keluarga mereka, melalui KABH. Setelah direvisi sesuai masukan, buku dicetak dan diluncurkan.

 

Bagaimana tanggapan rekan-rekan cergamis ketika ditawarkan untuk terlibat dalam pembuatan graphic diary ini? Apakah dilihat sebagai ‘proyek’, atau kah ada empati juga?

Sejak awal, CAB dan para cergamis yang dikontak oleh CAB mengetahui bahwa tidak akan memperoleh kompensasi/ imbalan material dalam pembuatan graphic diary ini, sehingga jelas bahwa motivasi utama kami dalam menggarap ini adalah empati.

Dalam menggarap graphic diary ini, CAB bekerja sama hanya dengan pihak KABH, tanpa dukungan atau bantuan dari lembaga-lembaga lain. 

 

Kenapa “Berbagi Hidup” ini termasuk graphic diary?

Sesuai dengan buku-buku terbitan CAB yang lain, inti dari cerita-cerita dalam “Berbagi Hidup” ini pun merupakan semacam ‘diary’ atau catatan harian, di mana terungkap peristiwa yang dialami sehari-hari, termasuk perasaan, emosi, keinginan, hingga pemikiran dan cita-cita.

Dalam “Berbagi Hidup” ini, ‘diary’ anak-anak ODHA inilah yang ditampilkan, dengan bantuan para cergamis untuk menyajikannya dalam bentuk komik yang memang menceritakan keseharian dan keinginan2 mereka, yang tak jauh beda dari keseharian dan keinginan2 anak-anak biasa.

 

Kalau “Berbagi Hidup” ini memang buku untuk dan mengenai anak-anak ODHA, kenapa tidak tersebut kata-kata HIV/AIDS sedikit pun, maupun simbol-simbol peduli AIDS dalam buku ini?

Ada dua alasan utama berkenaan dengan hal ini. Salah satunya adalah tidak adanya interaksi langsung antara para cergamis dengan anak-anak ODHA tersebut, sehingga para cergamis merasa lebih nyaman untuk tidak menspesifikasi detail tersebut dalam gambar. Para cergamis ini juga tidak mengetahui, apakah anak-anak ini paham akan kondisi mereka yang memerlukan penanganan khusus, atau paham mengenai kritisnya kondisi fisik mereka, sehingga lebih nyaman untuk menggambarkannya sebagai penyakit pada umumnya yang memerlukan perawatan, apa pun jenisnya. Hal utama di sini adalah curahan emosi dan semangat anak-anak ini, bukan jenis penyakitnya.

Hal inilah yang membawa ke alasan berikut, yaitu bentuk graphic diary itu sendiri. Sinopsis yang disampaikan oleh anak-anak ODHA/keluarganya sebagian besar bernada positif dan optimis, dan ini lah yang hendak ditampilkan oleh para cergamis yang berkontribusi bagi “Berbagi Hidup”.

 

Kenapa ceritanya sepertinya gembira semua, padahal isu HIV/AIDS itu memprihatinkan?

Karena tujuan pembuatan graphic diary ini adalah untuk berbagi semangat hidup dan keceriaan. Graphic diary ini juga ingin menunjukkan bahwa anak-anak ini dapat menjalani hidup dengan gembira, meskipun kondisi fisik mereka kritis.

 

Setelah selesai dibuat, bagaimana tanggapan anak-anak ODHA/keluarganya terhadap graphic diary “Berbagi Hidup” ini?

Ketika melihat hasilnya sewaktu masih dalam tahap draft/ dummy buku, tanggapan mereka sangat positif. Ketika buku selesai dicetak, kesaksian dari salah seorang kakek yang cucunya tergambarkan dalam graphic diary tersebut adalah, si cucu mengenali dirinya dan orang tuanya dalam gambar tersebut, ia sangat senang dan berulang2 melihat gambar tersebut, bahkan membawa serta buku ini tidur bersamanya. Hal seperti inilah yang merupakan penghargaan terbesar bagi kami, para cergamis graphic diary ini.

 

Apa harapan CAB dari diterbitkannya graphic diary “Berbagi Hidup” ini?

CAB mencoba memberikan salah satu cara bagi anak-anak ODHA untuk dapat mandiri dalam memperoleh dana demi perawatan pendidikan dan pengobatan mereka sendiri, melalui cerita/ sebagian kisah hidup yang berasal dari diri mereka sendiri, yang dapat dibagikan pada siapa pun yang berkenan menikmatinya dalam bentuk cerita-gambar.

 

Jadi hasil penjualan graphic diary ini tersalurkan langsung ke mereka?

Seluruhnya langsung masuk ke rekening Komunitas Anak Berbagi Hidup.

 

Bagaimana spesifikasi teknis graphic diary “Berbagi Hidup”?

Ukuran: B5  (35 x 15 cm)

Jumlah halaman: 24 halaman + cover

Kertas isi: art paper

Print: full color

Cover artist: Mia Diwasasri

Desain cover: Dudi Suwardi

Artists:

Tita Larasati

Sheila Rooswitha

Tri Prasetyningtyas

Malia Hartati & Rony Amdani

Adiputra

Penerbit: Curhat Anak Bangsa

 

Bagaimana cara memperoleh graphic diary “Berbagi Hidup”?

Buku ini dapat dipesan (untuk dikirimkan ke alamat pemesan) melalui alamat email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , atau dapat dibeli langsung di kantor KABH (Jakarta). Detail prosedurnya dapat dilihat di http://bukucurhat.net

 

Berapa harga graphic diary “Berbagi Hidup”?

Buku ini tidak dijual secara komersil, tapi donasi. Harga minimal setiap donasi adalah Rp25,000 per buku (belum termasuk ongkos kirim bila buku harus dikirimkan ke alamat pemesan).

 
Cara memesan
1. Emailkan alamat pengiriman dan jumlah buku yang dipesan ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
2. Tunggu konfirmasi penerimaan pemesanan dan jumlah biaya pengiriman
3. Transfer ke: BCA 578 0483 158 a.n Frenki Tampubolon
4. Setelah itu, bukti transfer harap dikirimkan ke email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ATAU di-fax ke 022 7319981
5. Buku-buku pesanan akan dikirimkan setelah bukti transfer diterima

ATAU
Dapat diperoleh langsung di Komunitas Anak Berbagi Hidup
Jl Cempaka Putih Barat XXI No 34 Jakarta Pusat Tlp. 021. 42802349-50
PiC: Frangky Tampubolon

Last Updated on Monday, 25 January 2010 11:06
 

SEVEN {DRAW YOUR DAYS} LATEST PARTICIPANTS

E-mail Print PDF

SEVEN POSTER

 

THE PARTICIPANTS:

1. http://badfatcat.blogspot.com/

2. http://semangkukmiedansegelassusu.blogspot.com/

3. http://toroelmar.tumblr.com

4. http://nanjung110.multiply.com/

5. http://www.ihwanuliman.com/

6. http://dyochan.multiply.com/photos/album/60/SEVEN

7. http://merlyna.org/

8. http://mama-punya.blogspot.com/

9. http://hilmifabeta.multiply.com/photos/album/9/CHARCOAL_drawing#photo=7

10. http://www.jamurkomik.blogspot.com/

11. http://mamadanpapa.multiply.com/photos/album/25/seven-rendra

12. http://amriane.wordpress.com

13. http://yenny-art.blogspot.com/search/label/SEVEN

14. http://rindakuda.tumblr.com/

15. http://dydy.multiply.com/photos/album/102/SEVEN_Draw_Your_Days

16. http://porca.multiply.com/photos/album/95/se7en_bertiAlia

17. http://dudyduy.multiply.com/photos/album/12/SEVEN#photo=1

18. http://lyraeza.deviantart.com/

19. http://fruhling-blute.blogspot.com/

20  http://pinoditart.blogspot.com/

21. http://gemalajuwita.tumblr.com/

22. http://chickenstrip.wordpress.com/

23. http://uschulla.deviantart.com/art/SEVEN-day-1-142827063

24. http://ykme.multiply.com/photos/album/51/SEVEN

25. Iqra Tanzil

26. http://4animals.blogspot.com/

27. http://rinintaisdyani.tumblr.com/

28. http://baskaraworld.multiply.com/photos/album/15/Seven_-_a_Draw_Your_Days#photo=1

29. http://fri-die.tumblr.com/post/236912845/seven-day-1-7-november-2009-a-illustrated

30. http://seriseriseharihari.blogspot.com/

31. http://bulatpenuh.wordpress.com/

32. http://duamatasaya.blogspot.com/

33. http://vidiyan.blogspot.com/

34. http://kresnotic.deviantart.com/

35. Evie Chibi

36. http://www.coroflot.com/bhek2design/graphic_diary

37. http://kathysroomwithaview.blogspot.com/2009/11/seven-draw-your-days.html,

38. http://collgena.multiply.com/photos/album/8/SEVEN_Draw_your_days_

39. http://abbey1962.blogspot.com/

40. http://harlia.multiply.com/photos/album/85/SEVEN

41. Yudi Suhairi

42. http://esduren.multiply.com/photos/album/144/SEVEN

43. Meda

44. mog o'leary

45. syahid luckman

46. Chipow

47. Dian

48. Evi

49. Magi

50. Benischi

51. http://blacksmithwife.tumblr.com/archive/2009/11

52. http://told.byputy.com/2009/11/08/seven/#more-626

53. http://miadiwasasriartwork.blogspot.com/

54. aertpaper

55. http://roelworks.multiply.com/photos/album/226/Ikutan_Seven

56. http://direfresh.multiply.com/photos/album/25/SEVEN_Draw_Your_Days#

57. Adam Willson

58. Harry Martawijaya

59. http://rinintaisdyani.tumblr.com/

60. D Laraswati

61. Adhiw

62. Oske

63. Agung

64. Rivi Rian

65. http://maharanidian.tumblr.com/

66. http://www.idelogos.com/?p=74

67. Koko gonz

 

 

 

 

 

On Facebook,

http://www.facebook.com/home.php?#/wall.php?id=164439603095

On Flickr

http://www.flickr.com/photos/seven-draw-your-days/

 

NOTE:

List update : At 9.00 am. 

 

WHAT IS "SEVEN"?
An event held by CAB, a publisher who concentrates on graphic diary, where everyone can participate. It's where everyone can draw his or her days, one page each day, for seven consecutive days.

WHO CAN PARTICIPATE?
Basically anyone. You don't have to be an artist or someone who's good at drawing. As long as you are eager to tell your stories in words as well as drawings, you're in!

IS THERE ANY THEME?
The drawings can be day-to-day happenings during the week, dreams, desires, or whatever comes to mind when your pen hits the paper (or the tablet).
Optionally - especially for those in Bandung - since this first SEVEN is held during Helarfest2009, it would also be nice if the keywords of your drawings include "creativity" and "Bandung".

WHEN?
All participants are to start their drawings on Nov 7. One page for one day, until Nov 14. In total, everyone will have 7 pages of drawings.
On Nov 15 we'll gather for a small exhibition, an informal discussion session and the launch of the new CAB website.

WHERE?
All works will be displayed online, so there's no 'real' place. But you are most welcome to arrange the event in your own communities or cities.
(In Bandung, the venue for Nov 15 gathering will be informed as soon as it is confirmed)

HOW?
If you'd like to participate, you are encouraged to upload your drawings on your own Blogs, which will be linked to CAB website. Alternately, you can also send your drawings to CAB [email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ], to be uploaded on CAB website.


 

Last Updated on Monday, 23 November 2009 12:35
 

[KLIPING] Media Indonesia edisi Jumat, 3 Juli 2009

E-mail Print PDF
Komikus ‘Cerita Si Lala’ KETIKA sejumlah komunitas, studio komik, dan komikus Indonesia bergabung dalam satu nama Komunitas Komik Indonesia, itu menjadi hal yang baik. Mereka datang bukan mewakili karakter masing-masing, tapi mewakili komik Indonesia
Kebersamaan ini saya yakin dapat membuat masyarakat kita sadar bahwa komik dan komikus Indonesia itu masih eksis
Orang-orang akan melek akan keberadaan karya-karya lokal yang selama ini kalah pamor jika dibandingkan dengan komik-komik Jepang, Amerika, dan Eropa. Dengan begitu, komik-komik Indonesia bisa menjadi karya yang layak diperhitungkan masyarakat kita. Kalau orangorang yang tergabung dalam industri komik semakin solid, kejayaan komik kita bisa kembali. (*/X-9) >
Last Updated on Thursday, 29 October 2009 05:01
 

Setelah Lovely Luna, Terbit Komik Cerita Si Lala

E-mail Print PDF

Jakarta – Setelah menerbitkan komik yang berjudul “Lovely Luna”, kali ini Sheila Rooswitha Putri kembali meluncurkan komik yang berjudul “Cerita Si Lala” bekerjasama dengan penerbit Curhat Anak Bangsa. Komik tersebut diluncurkan dan menjadi bagian dari pembukaan VFilm Festival 2009 pada Selasa (21/4) di Gedung Kesenian Salihara atau Komunitas Salihara, Jl Salihara No.16 Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Komik ini disebut graphic diary, karena memang merupakan catatan harian si pencipta dalam bentuk gambar/kartun/komik. Karena bentuknya kartun, maka isi catatan hariannya tidak luput dari “pelebih-lebihan” yang mengandung unsur lucu, baik itu tentang gagalnya studi ke Jerman, pengalaman menjadi pengantin baru, “kepekaan” terhadap kegemukan dan lain-lain. “Cerita-ceritanya jujur, membumi,” kata Tita Larasati yang juga sudah menerbitkan graphic diary-nya sendiri dalam “pengantar bergambar” buku ini.

 

Lala

Sheila Rooswitha Putri

“Graphic Diary si Lala cute banget! Paduan cerita yang simpel dan gambar yang sangat detail membuat graphic diary ini menyenangkan untuk dibaca, seperti menikmati album foto sambil diceritakan langsung dari mulut Lala. Kalau tulisan perjalanan saya bisa dituangkan ke dalam gambar, saya tahu yang saya mau… tulisan saya harus digambar oleh Lala, karena dialah yang terbaik. Menyenangkan dan mengingatkan seru dan kocaknya menjadi pengantin baru. Jadi penasaran untuk mengikuti perjalanan si Lala saat sudah menjadi ibu,” tutup Tita.(fie/Ichsan)

Jumat, 01 Mei 2009 

http://www.satunews.com/read/1846/2009/05/01/setelah-lovely-luna--terbit-ko-html

Last Updated on Thursday, 29 October 2009 08:03
 

Yuk, Curhat Lewat Gambar! (2)

E-mail Print PDF
Karya Tita, rupanya memberi inspirasi tersendiri pada Sheila Rooswitha (29) alias Lala. Belum lama ini, ia meluncurkan komik curhat berjudul Cerita Si Lala.

Sebenarnya, Lala sudah mulai membuat komik curhat tahun 2003. “Itu luapan rasa kecewa saya karena gagal melanjutkan S2 ke Jerman. Semua sudah siap. Saya sudah dapat sekolah, tempat tinggal, ternyata permohonan visa ditolak,” kisah Lala.

Ia pun kemudian menuangkan unek-uneknya dalam bentuk gambar. “Belasan halaman saya buat dalam diary khusus yang sampai sekarang masih saya simpan,” kata ibu satu anak yang suka menggambar ini. Saat itu, “Enggak terbayang sama sekali, satu saat bisa diterbitkan sebagai buku.”

Kesibukan sebagai pembuat story board dan ilustrator (karyanya, antara lain, Arisan, Lovely Luna, dan Cinta Silver), membuatnya terlupa pada komik curhat. Suatu saat, alumni Desain Grafis Universitas Trisakti ini melihat curhat Tita di situsnya, esduren.multiply.com. “Karya Tita bagus. Saya baru sadar, ternyata komik curhat sangat seru dan tergerak bikin lagi,” ujar Lala yang bersama suaminya, Fajar, membuat “foto-foto” prapernikahan dalam bentuk gambar.

 

Lala (Foto : Henry)

Bukan Murahan

Berbagai peristiwa dalam hidupnya, direkamnya lewat gambar. Misalnya, saat hamil, piknik, dan sebagainya. “Ketika saya tawarkan, ternyata penerbit Curhat Anak Bangsa bersedia menerbitkannya. Mereka memang mencari komik jenis ini.”

Lala amat bahagia ketika tahu, karyanya disukai banyak orang. “Kebanyakan kaum perempuan. Ada ibu hamil, yang baru menikah, dan lainnya. Mereka merasa terwakili di komik itu. Saya tentu saja sangat senang,” ujar Lala yang melahirkan anak pertama, Aradea, Oktober tahun lalu.

Kini, bersama Fajar, ia mengelola Ayla Studio. “Kami jualan jasa bikin ilustrasi. Selama ini, saya sudah menggarap sekian banyak iklan dalam format komik. Misalnya, komik pesanan tentang edukasi merawat tanaman,” ujar Lala yang amat yakin, komik curhat punya segmen tersendiri. “Setidaknya saya ingin menyampaikan, komik bukan bacaan murahan!”

Henry Ismono


Sabtu, 27 Juni 2009

http://www.tabloidnova.com/Nova2/News/Peristiwa/Yuk-Curhat-Lewat-Gambar!-2

Yuk, Curhat Lewat Gambar! (2)

 

Last Updated on Thursday, 29 October 2009 04:58
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 5